MediaPhatas.com || Surabaya - Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), dilaporkan gugur saat menjalankan misi mulia menjaga stabilitas di wilayah konflik Lebanon Selatan.
Sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir, jajaran Kodim 0830/Surabaya bersama Koramil melaksanakan Sholat Ghoib yang dilanjutkan dengan doa bersama bagi para syuhada. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ustadz Mohammad Nur Hofi dan digelar di Musholla Al-Hikmah Makodim 0830/Surabaya, Jalan Gresik No. 52, Perak Barat, Kecamatan Krembangan, pada Senin (6/4/2026) siang.
Adapun tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Ketiganya dikenang sebagai prajurit terbaik bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi perdamaian dunia.
Komandan Kodim 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han., menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat ghoib dan doa bersama ini merupakan wujud solidaritas serta penghormatan kepada rekan-rekan yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara.
“Hari ini kita melaksanakan sholat ghoib untuk mendoakan rekan-rekan kita yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Kita juga memanjatkan doa bagi prajurit yang masih bertugas di sana agar senantiasa diberikan kekuatan, kemudahan, dan keselamatan hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya di hadapan awak media.
Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian terhadap para prajurit yang telah berjuang di medan tugas.
“Kami sengaja melibatkan masyarakat agar bersama-sama mendoakan para prajurit yang gugur. Ini adalah bentuk dukungan moril sekaligus penghormatan atas pengabdian mereka,” imbuhnya.
Ia juga berharap konflik yang tengah berlangsung dapat segera berakhir, sehingga tidak lagi menimbulkan korban jiwa, khususnya dari prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di luar negeri.
“Harapan kita, konflik yang terjadi segera usai, sehingga tidak ada lagi korban, terutama dari prajurit kita yang sedang bertugas sebagai pasukan perdamaian,” pungkasnya.
Editor. Kancil