MediaPhatas.com || Surabaya - Ketua Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur, Imam Arifin, melakukan kunjungan kerja ke Rutan Medaeng, Kamis (16/4/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memantau secara langsung kondisi warga binaan serta sistem pembinaan yang berjalan di dalam rumah tahanan.
Kedatangan rombongan FRIC Jatim disambut hangat oleh jajaran pengelola rutan. Suasana penuh keakraban tampak sejak awal kunjungan, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog terbuka antara kedua belah pihak terkait berbagai hal yang menyangkut pembinaan, pelayanan, serta kondisi fasilitas di dalam rutan.
Dalam keterangannya, Imam Arifin menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun sinergi dengan aparat penegak hukum serta lembaga pemasyarakatan.
“Kami hadir tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi warga binaan, mulai dari aspek pembinaan, pelayanan, hingga pemenuhan hak-hak dasar mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap warga binaan merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkeadilan. Menurutnya, warga binaan tetap memiliki hak yang harus dijaga dan dipenuhi selama menjalani masa pembinaan.
“Kami ingin memastikan bahwa hak-hak warga binaan tetap terpenuhi dengan baik, serta memberikan motivasi dan semangat agar mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih positif, sehingga ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Selain melakukan pemantauan, rombongan juga berdiskusi terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan rutan, termasuk keterbatasan fasilitas, kapasitas hunian, serta program pembinaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, KPR Hengki menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh FRIC Jatim. Ia menilai, keterlibatan organisasi masyarakat sangat penting dalam memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan di dalam rutan.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi masyarakat. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak rutan terus berupaya melakukan pembenahan, baik dari segi pelayanan, keamanan, maupun program pembinaan yang bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan dan kesiapan kembali ke masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga menyinggung pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pemasyarakatan dan organisasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif serta sistem pembinaan yang lebih efektif dan menyentuh aspek kemanusiaan.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih erat, termasuk dalam kegiatan sosial, pendampingan, maupun program pemberdayaan warga binaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh keakraban. Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama serta dialog singkat yang membahas berbagai masukan dan harapan ke depan terkait peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan di dalam Rutan Medaeng.
Editor. Kancil