MediaPhatas.com || Gresik - Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat sinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting dalam memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. Kegiatan sosialisasi DTSEN yang mengusung tema “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi” tersebut digelar di Gedung Mandala Bakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (30/3/2026)
Arahan Menteri Sosial (Gus Ipul)
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Dalam arahannya, beliau menekankan beberapa poin penting:
Amanat Inpres No. 4 Tahun 2025: Mengakhiri ego sektoral dalam pengelolaan data kemiskinan.
Pusat Data: Mulai 2025, seluruh data kemiskinan terpusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dalam bentuk desil 1 hingga 10.
Data Dinamis:Pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan dari tingkat desa hingga pusat setiap tiga bulan sekali.
Partisipasi Masyarakat: Masyarakat dapat mengawal ketepatan bansos melalui aplikasi Cek Bansos (fitur Usul dan Sanggah), Command Center Kemensos, hingga WhatsApp pengaduan.Kondisi Kemiskinan di Kabupaten Gresik: Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif memaparkan data perkembangan kemiskinan di wilayahnya:
Penurunan Persentase: Turun dari 10,32% (Maret 2024) menjadi 9,95% (Maret 2025), atau sekitar 131.807 jiwa. Data Riil (Aplikasi Gresik Soya) Tercatat 142.107 jiwa penduduk miskin. Cakupan Bansos:Dari 541.714 jiwa yang masuk kategori desil 1-4, baru sekitar 25,39% yang menerima bansos. Artinya, masih ada sekitar 404 ribu jiwa yang belum tersentuh bantuan.
Pendidikan dan Bantuan Kewirausahaan
Selain fokus pada data, kegiatan ini juga menyoroti:
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik: Memiliki 75 siswa aktif. Pembangunan gedung permanen di Desa Raci Tengah mencapai 27,36% dan ditargetkan rampung untuk tahun ajaran 2026–2027.
Bantuan Modal: Kemensos menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 orang tua siswa dengan total nilai mencapai Rp391.853.366
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan dan memastikan setiap bantuan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan secara akuntabel.(UD)
Editor. Kancil