MediaPhatas.com || Surabaya - Menindak lanjuti atas adanya warga Sidokapasan X, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, kota Surabaya terdampak keracunan usai santap nasi kotak yang di berikan oleh tuan rumah atau pemilik hajatan tahlil 7 harian.
Berdasarkan informasi yang di himpun media ini, kabarnya warga mengikuti tahlil tujuh hari di rumah Linda warga Sidokapasan X No.12, Surabaya, pada hari Selasa (31/03/2026)
"Selang keesokannya. usai makan nasi kotak, berapa warga mengalami keluhan di badan berdiri mulai dari mual, muntah dan bahkan sulit membuang kotoran serta diare bahkan ada warga juga mengeluarkan darah," Kata Samsuri warga sekitar saat di temui di puskesmas.
Samsuri juga menjelaskan, kejadian itu tidak berlasung, namun, setiap warga yang menyantap nasi kotak yang di berikan tuan rumah keesokannya ada yang mengeluh sakit perut (Diare) sehingga warga harus di larikan kerumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.
"Untuk sementara ini korban keracunan makanan ditafsir kurang lebih lima belas jiwa selain dewasa juga ada anak-anak yang kini tengah di rawat di rumah sakit." Ujarnya.
Persiwa keracunan makan ini juga terpantau tengah di tangani pihak pemerintah kota Surabaya dan kepolisian setempat untuk memastikan penyebabnya.
Menurut kordinator BPBD kota Surabaya Tito membenarkan dengan adanya peristiwa keracunan yang dialami warga Sidokapasan X Surabaya usai menyantap nasi kotak hasil tahlil di rumah Linda.
Mereka dikabarkan keracunan karena menyantap nasi kotak yang di berikan tuan rumah, kejadian itu tidak berlasung pada saat itu, melainkan keesokannya hingga kini. Sabtu (04/04)
"Warga mengeluh pusing, sakit perut, badan lemas, serta nyeri di beberapa bagian tubuh usai makan nasi kotak." Katanya.
Masih kata Tito, untuk sementara ini yang menjadi korban keracunan makan masih tertedeksi lima belas orang. Korban yang sebanyak 15 orang kini ada yang di bawa ke Puskesmas terdekat ada yang sudah di rawat inap di rumah sakit besar.
"Untuk korban saat ini tercatat masih ada lima belas orang, selebihnya tunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan dari pihak kepolisian Polsek Simokerto Surabaya." Tandasnya.
Disisi lain keluarga Linda Samapi saat ini belum memberikan keterangan resmi soal warga yang terdampak keracunan usai menyantap nasi kotak yang diberikan ketika hajatan tahlil tujuh hari.
Salah satu keluarga Linda saat dikonfirmasi di puskesmas enggan membeberkan keterangan kepada media hingga berita ini di luncurkan.
Editor. Kancil