MediaPhatas.com || Mojokerto - Di era gempuran situasi ekonomi global yg tidak menentu ini,pemerintah melalui Bank BTN meluncurkan sebuah program konversi dari KPR ke KPP (penurunan suku bunga Kredit Rumah menjadi 6%). Tentu hal ini pasti akan membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesai saat ini.
Kabar bahagia ini diterima salah satu nasabah KPR BTN yg juga merupakan Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) kota Surabaya Paimun Ahmad Nizardianto.
Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia mengapresiasi Konversi Kredit Program Perumahan Bank BTN Cabang Mojokerto.
Atas pemberlakuan program ini sangat membantu masyarakat dalam situasi ekonomi global yg kurang bersahabat akhir" ini.
Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) DPC surabaya Paimun Ahmad Nizardianto yg akrab disapa bang Nizar turut memberikan komentar resmi dalam pertemuan di kantor bank BTN cabang Mojokerto hari ini. Terimakasih atas pelayanan dan dedikasi Bank BTN Cabang Mojokerto yg sudah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah, Program ini begitu berdampak serius bagi semua masyarakat karena ada penurunan suku bunga bagi debitur KPR dari Bank BTN, ujar Nizar.
Bang Nizar juga menambahkan bahwa proses konversi ini berjalan sangat mudah dan cepat. Dalam hal ini saya dibantu salah satu pegawai BTN Mojokerto atas nama mas Henri Kusuma atau lebih akrab disapa Mas Henri. Dalam hitungan hari semua proses selesai tanpa dipungut biaya apapun,Mas Henri begitu sabar dan ramah dalam memberikan pelayanan tersebut.
Sementara itu Consumer Lending Head Bank BTN cabang Mojokerto, Teguh Arifianto juga menyampaikan bahwa program ini adalah sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada nasabah yg telah mempercayakan Bank BTN dalam kredit KPR serta bentuk apresiasi bagi seluruh nasabah atas kelancaran pembayaran kredit saat ini.
LPKRI Kota Surabaya berharap program ini bisa berjenjang kedepan agar terus berkelanjutan sehingga dapat membantu para masyarakat yg saat ini membutuhkan solusi financial di era gempuran ekonomi yg bergejolak saat ini.
Semoga hal ini bisa menjadi contoh acuan Para pelaku usaha perbankan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat indonesia secara luas.(UD)
Editor. Kancil