Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dzikir Nabi Yunus: “Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh-Zhaalimiin”

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T02:01:55Z
Gersik,mediaphatas.com,-
Berita Religi |
Kalimat “Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin” kerap dilafalkan umat Islam dalam doa dan dzikir, terutama saat menghadapi kesulitan hidup. Lafal ini bukan sekadar untaian kata, melainkan doa agung yang bersumber langsung dari Al-Qur’an dan memiliki makna serta hikmah mendalam.

Asal Ayat

Kalimat tersebut berasal dari Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 87, yang mengisahkan doa Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan di tengah kegelapan laut.

Bunyi ayat:

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Fungsi dan Kegunaan Ayat

Para ulama menjelaskan, doa Nabi Yunus ini memiliki keutamaan luar biasa, di antaranya:

1 - Sebagai doa memohon pertolongan saat berada dalam kesempitan, kesedihan, dan masalah berat.

2 - Bentuk pengakuan dosa dan kerendahan diri di hadapan Allah SWT.

3 - Dzikir tauhid, karena menegaskan hanya Allah satu-satunya Tuhan.

4 - Sarana taubat, karena mengandung pengakuan kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, doa ini mustajab jika dibaca dengan penuh keyakinan, keikhlasan, dan penyesalan.

Hikmah yang Terkandung

Ayat ini menyimpan pelajaran penting bagi kehidupan umat manusia:

- Kesalahan manusia bukan akhir segalanya, selama mau kembali dan berserah diri kepada Allah.

- Kejujuran mengakui dosa menjadi pintu pertolongan Ilahi.

- Kesabaran dan tawakal mampu mengubah keadaan paling gelap menjadi jalan keselamatan.

- Tidak ada doa yang sia-sia, bahkan dari tempat paling sempit sekalipun, seperti Nabi Yunus di perut ikan.

Penutup

Kalimat “Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin” bukan hanya bacaan dzikir, tetapi juga pengingat agar manusia selalu rendah hati, sadar akan kelemahan diri, dan senantiasa kembali kepada Allah SWT. Doa ini relevan sepanjang zaman, menjadi penenang hati di tengah ujian hidup yang datang silih berganti.(Bnc)
×
Berita Terbaru Update